Ada luka yang tidak terlihat, tetapi terasa begitu dalam. Kata-kata yang menyakitkan, pengkhianatan, atau perlakuan seseorang mungkin meninggalkan bekas yang sulit dilupakan. Namun, Tuhan tidak ingin kita terus hidup dalam kepahitan. Mengampuni berarti memilih menyerahkan rasa sakit kepada Tuhan, agar hati kita tidak terus terikat oleh luka masa lalu.
Mungkin hari ini kamu belum mampu melupakan, tetapi mintalah Tuhan memberi kekuatan untuk mulai melepaskan. Biarkan kasih-Nya menyembuhkan bagian hati yang terluka sedikit demi sedikit. “Ampunilah seorang akan yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu.” (Kolose 3:13) Ketika kita belajar mengampuni, bukan berarti kita kalah tapi kita sedang memberi ruang bagi Tuhan untuk memulihkan hati dan membawa damai yang selama ini kita rindukan.



