Posted in

Aku yang Selalu Merasa Tidak Diinginkan

Sejak kecil, aku terbiasa menjadi orang yang berbeda. Di sekolah, aku sering dikucilkan dan tidak diajak bermain. Beberapa orang bahkan mengejekku hanya karena penampilanku dan caraku yang dianggap tidak seperti mereka. Aku sering pulang ke rumah dengan dada yang sesak, lalu menangis diam-diam di kamar. Aku bertanya kepada Tuhan, “Mengapa aku harus mengalami semua ini?” Semakin sering aku ditolak, semakin aku merasa bahwa diriku tidak berharga dan tidak pantas untuk dicintai. Namun, di tengah kesepian itu, aku mulai belajar bahwa ketika semua orang pergi dariku, Tuhan tidak pernah meninggalkanku.

Aku mulai membawa setiap luka dan kesedihanku dalam doa. Perlahan, Tuhan mengajarkanku bahwa nilai diriku tidak ditentukan oleh perkataan orang lain. Aku mungkin pernah dianggap tidak cukup baik, tidak cukup cantik, atau tidak cukup pantas untuk diterima, tetapi di mata Tuhan aku tetap berharga. Seiring waktu, aku belajar menerima diriku, mengampuni mereka yang pernah menyakitiku, dan menggunakan pengalaman pahit itu untuk menguatkan orang lain yang merasakan kesepian yang sama. Kini aku mengerti, Tuhan tidak selalu mengubah keadaan dalam sekejap, tetapi Dia sanggup mengubah hati yang terluka menjadi hati yang kuat. Aku bukan lagi wanita yang hidup dari penolakan orang lain, tetapi sebagai seorang anak Tuhan yang dikasihi dan tidak pernah ditinggalkan.