Menunggu jodoh bukan selalu tentang menanti seseorang datang, tetapi tentang mempersiapkan hati kita untuk menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki. Dalam masa penantian, kita mungkin merasa sepi, bertanya-tanya kapan waktunya tiba, atau membandingkan diri dengan orang lain yang sudah menemukan pasangan. Namun, kita percaya bahwa Tuhan mengetahui waktu yang terbaik bagi kita. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” (Pengkhotbah 3:11). Karena itu, kita tidak perlu terburu-buru hanya karena takut tertinggal.
Sambil menunggu, mari kita belajar menikmati proses bersama Tuhan. Kita dapat bertumbuh dalam karakter, memperkuat iman, dan belajar mengasihi dengan benar. Kita tidak perlu memaksakan sebuah hubungan hanya demi mengisi kekosongan, karena hidup kita sudah berharga di hadapan Tuhan. Ketika waktunya tiba, kiranya kita dipertemukan dengan seseorang bukan hanya untuk saling memiliki, tetapi untuk saling mendukung dalam iman dan bertumbuh bersama di dalam Tuhan.



